Studi Solusi Cerdas Iklim


09 September 2016, admin

Kegiatan ini dilakukan bersama Pemerintah Daerah Kefa dan Lembata dengan dukungan Plan International Indonesia.
         

Hasil studi yang tertuang dalam dokumen Assessment Report V (AR5) (IPCC 2013) menyebutkan bahwa negara-negara yang terletak di wilayah Asia Tenggara merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana baik itu merupakan bencana geologis (non-climate hazard) ataupun bencana terkait iklim (climate related hazard). Di Indonesia, anak-anak memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh tingkat kapasitas adaptasi anak-anak tergolong rendah atau cukup. Beberapa dampak yang timbul berupa kekurangan gizi, tingkat kematian yang tinggi akibat peristiwa cuaca ekstrim dan bencana, rentan terhadap penyakit akibat dampak perubahan iklim serta terganggunya aktivitas dalam pendidikan akibat adanya perubahan lingkungan mereka sebagai dampak dari adanya perubahan iklim. Disisi lain, anak-anak merupakan generasi yang akan membawa perubahan pada masa mendatang, i.e., generasi pembawa perubahan. Dengan demikian anak-anak merupakan generasi yang sangat diperlukan dalam menangani dampak perubahan iklim pada masa mendatang.

         

Untuk meningkatkan kapasitas adaptasi perubahan iklim, upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang penyebab, dampak, dan peluang adaptasi perubahan iklim dan juga dalam kaitannya untuk meningkatkan ketahanan sangat diperlukan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap perubahan iklim serta meningkatkan kapasitas adaptasi adalah dengan mengintegrasikan pemahaman tentang adaptasi terhadap perubahan iklim ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

         

Untuk mengukur tingkat efektivitas dari upaya peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim dilakukan kajian analisis terhadap kondisi baseline. Plan international Indonesia dan Yayasan generasi Hijau Indonesia telah melaksanakan studi dan Analisis Baseline pada bulan maret-april 2016. Analisis studi baseline dilakukan untuk menjadi acuan dalam indikator keberhasilan suatu upaya strategis peningkatan kapasitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Selain itu, informasi tentang baseline akan berguna untuk menentukan strategi yang efektif dan solusi untuk adaptasi perubahan iklim yang khusus berpusat pada anak-anak dan remaja pada skala lokal, nasional dan sub nasional.

         

Sebagai hasil dari studi tersebut dan dalam upaya mendapatkan masukkan untuk kegiatan berikutnya, Plan International Indonesia dan Generasi Hijau Indonesia melakukan Desiminasi “Studi Baseline” dan rencana Survei Studi Solusi Cerdas Iklim untuk proyek Child-Centered Climate Change Adaptation (C4A)”.

         

Kegiatan ini akan diikuti peserta dari kalangan Pemerintah, masyarakat dan anak-anak (perwakilan) serta NGO. Luaran dari kegiatan ini selanjutnya akan dipergunakan untuk mendukung kegiatan proyek 4CC4A di wilayah kajian dengan tujuan besar untuk meningkatkan kapasitas adaptasi melalui kegiatan berbasis pendidikan, aksi dan advokasi adaptasi perubahan iklim (API) yang melibatkan anak-anak dan remaja.

 Back